PRODUK

Senin, 23 Agustus 2010

Bisnis dan Warisan Belanga Kuningan

KOMPAS.com-Kehidupan masyarakat Kerajaan Buton, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, pada masa abad ke-13 lekat dengan perabot rumah tangga yang terbuat dari kuningan. Kini, masih ada satu keluarga di Kota Bau-Bau yang memproduksi perabot tersebut secara tradisional dan turun-temurun.

Sarmin (32) adalah generasi keenam atau terakhir dari perajin perabot kuningan Buton. Bersama tiga saudara laki- lakinya, Sarmin membuka usaha kerajinan kuningan tradisional di Kampung Pimpi, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Bau-Bau.


Jumat, 20 Agustus 2010

Taufik, Raup Puluhan Juta dari Batok Kelapa

KOMPAS.com Umumnya, batok kelapa menjadi sampah. Kalaupun dimanfaatkan, paling-paling batok itu untuk bahan bakar pengganti kayu. Namun, di tangan Nur Taufik (37), warga Dusun Santan, Guwosari, Pajangan, Bantul, DI Yogyakarta, batok kelapa diubah menjadi aneka peralatan rumah tangga. Batok kelapa pula yang mengantarkannya menjadi pengusaha sukses.

Cerita sukses Taufik berawal ketika lulus SMA tahun 1992. Sebagian besar temannya memilih merantau ke Tangerang menjadi buruh pabrik. Taufik tak mau mengikuti temannya. Dalam benaknya, ia tidak pernah mau menjadi buruh yang harus menuruti majikan. Ia ingin membuka usaha sendiri.

Selasa, 17 Agustus 2010

Wapres: Jakob Oetama Contoh Hidup Wirausaha





JAKARTA, KOMPAS.com
— Wakil Presiden Boediono menyatakan, pendiri Kompas Gramedia dan Universitas Multimedia Nusantara, Jakob Oetama, adalah contoh hidup dari kewirausahaan yang berhasil membangun usahanya.

Gambar: Pemimpin Umum Harian Kompas, Jakob Oetama (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Presiden RI, Boediono yang didampingi istrinya Herawati Boediono sesaat sebelum pertunjukan drama musikal Diana di Balai Sidang Jakarta, Rabu (7/7/2010) malam.

Minggu, 15 Agustus 2010

Mini Ukurannya, Besar Untungnya


KOMPAS.com - Biarpun penjaja martabak sudah merajalela di sepanjang jalan, peluang bisnis makanan gurih ini tak pernah surut. Bahkan, kini makin banyak jenis modifikasinya, mulai dari rasa sampai ukuran.


Kamis, 12 Agustus 2010

6.125 Sarjana Telah Ikuti Sosialisasi Wirausaha

BANDUNG, KOMPAS.com - Sejak dijalankan pada Desember 2009, Program Seribu Sarjana Wirausaha telah melibatkan 6.125 peserta. Mereka mengikuti sosialisasi dan sekitar 350 orang dari jumlah itu sudah mengajukan proposal rencana bisnis usahanya.

Asisten Deputi Urusan Monitoring dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Marjoko Pratomo disela-sela diskusi panel bertema Pengembangan Entrepreneurship Untuk Mendorong Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat di Universitas Widyatama, Bandung, Selasa (27/7/2010), mengatakan, pemerintah mengadakan program untuk mencetak 1.000 sarjana wirausaha di setiap provinsi.

Kementerian KUKM mengajak pemerintah daerah untuk menerapkan program itu di wilayahnya. Dari 33 provinsi, sebanyak 12 provinsi sudah berpartisipasi. Tahap program Seribu Sarjana Wirausaha diawali dengan sosialisa si. Mereka yang berminat diminta untuk membuat rencana bisnis dilanjutkan dengan bimbingan dan pelatihan. Rencana yang dinilai layak akan diupayakan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan.

"Kami lihat, mereka mau membuat usaha apa. Akses ke lembaga keuangan juga bisa didapatkan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)," katanya.

Soal jumlah dana yang disalurkan untuk setiap wirausaha, Marjoko menjelaskan, angkanya tak ditentukan. Pinjaman itu tergantung dari ukuran bisnisnya. "Nama program yakni Seribu Sarjana Wirausaha hanya ikon. Kalau lebih dari 1.000 peserta di setiap provinsi, lebih bagus," katanya.

Selasa, 10 Agustus 2010

Kain Lurik Rambah Luar Negeri

Omzet Jelang Lebaran Naik 100 Persen

KOMPAS--Mawar Kusuma Wulan

Jumat, 30 Juli 2010 | 08:47 WIB
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Pekerja memintal benang yang akan digunakan sebagai bahan pembuat kain lurik di sentra industri Kurnia Lurik, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (18/6). Industri lurik yang berdiri sejak tahun 1962 tersebut hingga saat ini masih bertahan memproduksi kain lurik dan bisa menghidupi 50 karyawannya. Dalam sebulan, industri rumah tangga tersebut bisa menghasilkan 4.000 meter kain lurik, yang per meternya dijual seharga Rp 23.000.

Minggu, 08 Agustus 2010

INVESTASI KEKAL

Saudara-saudaraku yang terkasih,

Tuhan Yesus berkata bahwa seseorang yang mau mengiring-Nya harus menghitung dulu anggarannya (Luk. 14:28-30). Di sini dikesankan bahwa mengiring Yesus bukanlah suatu hal yang mudah, melainkan suatu hal yang berat.

Pernahkah Saudara-saudara memperkarakan di mana sulit dan beratnya dalam mengiring Yesus? Saya khawatir ada di antara kita yang belum menemukan letak sulit dan beratnya mengiring Yesus. Sama artinya belum menemukan salib. Kekristenan seperti ini adalah Kekristenan yang ompong dan cenderung menjadi palsu. Mengapa cenderung menjadi palsu? Sebab kalau kita memang baru menjadi orang Kristen, kita belum diperkenalkan dengan salib; Tuhan memandang kita belum sanggaup memikul salib dan berani membayar harga. Namun seiring berjalannya waktu dalam perjalanan hidup kita dalam mengiring Yesus, maka tidak bisa tidak, Dia akan menunjukkan harga yang harus kita bayar dan salib yang harus kita pikul.

Rabu, 04 Agustus 2010

Prinsip Tuhan vs Prinsip Dunia

“Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu” Matius 6 : 33

Saya seringkali mendengar kalimat ”uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang”. Memang tak dapat di sangkal, bahwa untuk hidup kita membutuhkan uang Untuk sekolah, untuk makan, bahkan untuk masuk ke toilet pun kita harus membayar, dll.

Saya pun teringat dengan sebuah ayat yang sering kita dengar dalam Mat 6 : 33, di dalam ayat tersebut berkata carilah dahulu Kerajaan Allah. Ayat tersebut merupakan salah satu prinsip Allah untuk kehidupan kita, juga membantu kita dalam menyusun prioritas hidup kita. Memang terlihat bertolak belakang dengan prinsip dunia ini, no money no life. Akan tetapi perhitungan Tuhan bukanlah perhitungan yang biasa, namun luar biasa.

Salah satu tokoh alkitab yang hidupnya sukses adalah Ishak, anak Abraham, dalam alkitab ia mempunyai banyak harta. Hal yang dilakukan Ishak untuk mencapai kesuksesannya hanya 3 hal, yaitu setiap ia berpindah tempat hal pertama yang ia lakukan adalah Membangun mezbah, setelah itu ia membangun kemah dan yang ketiga ia menyuruh hambanya untuk menggali sumur.

Yang di maksud dengan 3 hal di atas adalah bagaimana kita menyusun prioritas hidup kita dan menggunakan Prinsip Tuhan dalam hidup kita:
1. Membangun mezbah berarti hubungan pribadi kita dengan Tuhan
2. Membangun kemah berarti pelayanan kita di dalam keluarga
3. Menggali sumur berarti pekerjaan kita atau pelayanan kita yang lainnya

Begitu banyak orang yang sudah menempatkan Tuhan di posisi paling atas dan mereka merasakan berkat yang luar biasa. Bagaimana dengan diri kita saat ini? Pilihan berada di dalam diri kita. Saya berharap kita pun bisa merasakan kesuksesan di dalam hidup kita dengan menerapkan apa yang di lakukan Ishak dan prinsip di dalam Tuhan ”Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu (Mat 6 : 33)” (By : Santi)

Prinsip Tuhan adalah kunci kesuksesan dalam hidup