PRODUK

Senin, 12 Juli 2010

Terobosan Ilahi Dalam Cara Berpikir

Jika kita renungkan di sepanjang hidup kita, seringkali perkataan orang lain memiliki kuasa untuk membentuk pola berpikir dalam diri kita. Pola berpikir dan mentalitas yang kita miliki akan selalu menjadi garis pembatas dalam hidup kita. Anda mungkin sering alami bahwa ketika Anda memaksa diri untuk hidup di luar pola pikir yang selama ini Anda miliki, akan muncul perasaan tidak nyaman dan bersalah. Misalkan, konsep pikir yang Anda miliki tentang sikap dalam berdoa adalah sikap yang agung, anggun dan tidak berteriak-teriak seperti orang yang ‘kebakaran jenggot’, maka ketika Anda berdoa dengan agresif, akan muncul sebuah sinyal dalam diri Anda bahwa Anda sedang melakukan sesuatu yang ‘salah’.

Ini saatnya kita merombak konsep pikir kita dan menyelaraskannya dengan firman, dan pastikan bahwa hanya perkataan Tuhanlah yang menjadi konsep berpikir kita. Itu sebabnya Paulus dengan berani berkata, “Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (1 Korintus 2:16).

Mengapa umat Tuhan, pelayan dan seorang hamba Tuhan seringkali sulit mempengaruhi dan memerintahkan orang lain untuk mengikuti teladannya terhadap Tuhan? Pertama, mungkin karena ia memang belum layak untuk dijadikan teladan. Kedua, yang sering terjadi adalah di dalam diri hamba Tuhan itu telah terbangun sebuah konsep pikir bahwa ia harus membawa kemuliaan bagi Tuhan saja, bukan bagi dirinya.



Sebagai akibatnya, ia berpikir bahwa hanya Yesus yang dapat diteladani. Sadarkah Anda bahwa sesungguhnya itu adalah konsep pikir yang agamawi dan harus dirombak? Kita memang harus membawa orang lain hanya kepada Yesus, tetapi jika sendiri telah menyatu dengan Yesus, kita tahu pasti bahwa kita tidak akan pernah mencuri kemuliaanNya dan menjadi sombong; kita menyadari bahwa kita hanya bisa menjadi teladan, ketika kita telah menyatu dengan Dia.

Tanpa merombak konsep pikir yang lama, kita tidak akan pernah bisa berjalan di atas air kemustahilan, sebab kita akan selalu mengacu kepada hukum alam yang berkata; “suatu benda harus bisa terapung jika berat jenis air dan berat jenis benda seimbang. Jika berat jenis benda lebih berat, benda itu pasti tengelam. Jadi manusia tidak mungkin berjalan di atas air.” Ya, itulah hukum manusia, tetapi bukan hukum Tuhan. Menurut hukum Tuhan, apapun yang Ia firmankan pasti akan terjadi (Roma 9:28).

Ini saatnya kita mengambil pikiran Kristus dan menjadikannya pikiran kita. Kita membutuhkan terobosan ilahi dalam pikiran kita, sebab sudah terlalu sering kita menganalisa segala sesuatu yang Tuhan katakan. Ketika Tuhan berbicara, terimalah apa adanya dengan ya dan amin. Tuhan memberikan pikiran kepada kita sebagai alat untuk merancang, agar firman tergenapi dalam hidup kita; bukan menganalisa benar atau salahnya firman tersebut. Selama kita mengetahui dengan pasti bahwa pesan yang kita dengar berasal dari Tuhan, semustahil apapun firman itu, itu adalah benar. Tugas kita hanya menaati, mempercayai, melangkah, dan menyelaraskan hidup kita sesuai firmanNya.

Iblis akan selalu menjebak dan menjatuhkan kita melalui cara berpikir kita. Tanpa merombak gaya berpikir kita dan menyelaraskannya dengan prinsip firman, kita sesungguhnya berada dalam bahaya; kita tidak akan pernah bisa memunculkan potensi ilahi secara maksimal, sebab pikiranNya tidak terselami dan tidak mungkin dipahami dengan akal manusiawi kita.

Pikiran manusia sama seperti air yang selalu terbentuk sesuai dengan wadahnya. Ketika kita terus bergaul dengan dunia, kita akan berpikir secara duniawi. Ketika kita terus berpikir secara roh, kita memikirkan semua yang Roh Kudus katakan dan pikiran kita menjadi rohani. Paulus berkata “Sebab mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” (Roma 8:5).

Dengan kata lain, kehidupan kita sehari-hari dipengaruhi oleh apa yang ada dalam pikiran kita. Cara berpikir kita menentukan kehidupan sehari-hari kita. Jika Anda memiliki cara berpikir duniawi, saya dapat memastikan andapun memiliki gaya hidup duniawi. Jika kita memiliki cara berpikir ilahi, Anda pasti akan memiliki cara berpikir ilahi, Anda pasti akan memiliki gaya hidup ilahi. Itu sebabnya, proses merenungkan firman Tuhan sangat penting. Berikut ini cara-cara merenungkan firman: menghafalkannya, mengimajinasikan dan membuat perencanaan untuk melakukannya.

Merenungkan firman merupakan salah satu cara untuk membentuk ulang pikiran kita. Ketika kita terus memperkatakan firman, kita sedang membentuk ulang cara berpikir kita. Ketika firman mulai mempengaruhi cara berpikir kita, perasaan-perasaan kitapun akan ikut terpengaruhi. Jika pikiran dan perasan mulai terbentuk, gaya hidup yang baru secara otomatis akan terbangun.

Itu sebabnya, setiap kali Anda mendengarkan atau membaca firman, jangan sekedar membaca atau mendengar, tetapi renungkan firman itu siang dan malam, perkatakan serta imajinasikan, sebab saat Anda mengimajinasikannya, pembatas-pembatas yang selama ini ada dalam pikiran Anda mulai disingkirkan.

Paulus dengan jelas berkata kepada jemaat Korintus, “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian.” (2 Korintus 5:16). Paulus tidak lagi menilai diri berdasarkan penilaian manusia. Ia hanya mengijinkan Tuhan menilai dirinya berdasarkan firmanNya. Jangan ijinkan penilaian manusia masuk dan membatasi diri Anda, tapi ijinkan penilaian Tuhan terus merombak pola berpikir Anda sehingga iblis tidak dapat dengan mudah mematok garis pembatas dalam pikiran Anda.

Salah satu dari inspirasi yang pernah saya terima berbunyi seperti ini: Perkataan yang keluar dari mulut manusia harus diuji karena ada bisa (racun) di dalamnya, tetapi perkataan orang yang diurapi harus diterima sepenuhnya karena perkataan itu membangun, menasehati, menghibur, dan mengubahkan. Perkataan dari Tuhan harus diterima sepenuhnya karena perkataan itu memiliki kuasa untuk mengubahkan apa yang ada, tetapi perkataan manusia yang penuh hikmat sekalipun harus diuji karena ada kandungan kemanusiawian di dalamnya.

Selama Anda bisa memastikan bahwa Anda sedang mendengarkan seorang hamba Tuhan yang diurapi, matang, dewasa dan Tuhan berbicara melalui dirinya, Anda bisa ‘menelan’ perkataannya sepenuhnya, karena di dalamnya ada obat yang menyembuhkan dan memperbaharui dirimu.

Karena itu, belajarlah untuk hidup menurut perkataan Tuhan. Meskipun pada awalnya ada perasaan takut salah, percayalah bahwa Tuhan melihat hati. Kalaupun Anda melangkah dan ternyata salah, Tuhan melihat hati Anda yang murni, lembut, mudah dibentuk dan mudah diajar, dan Ia memiliki seribu satu macam cara untuk membelokkan hidup Anda kembali ke dalam kebenaran. Selama Anda belajar untuk terus hidup sesuai firmanNya, Anda tidak akan pernah salah.

Semakin saya bergaul dengan firman, semakin saya menyelidiki, menyelami dan hidup dari firman, saya mendapati prinsip kebenaran dalam firman ini. Dengan mempraktek-kan prinsip kebenaran, Anda pasti tidak akan pernah salah, sehingga meskipun bagi orang lain Anda mungkin terlalu cepat, namun Anda tidak salah.

Dimanapun Anda berada, kehidupan Anda yang sepenuhnya dalam prinsip firman akan dikenali orang sebagai kebenaran, karena prinsip firman adalah mutlak. Anda dapat mempraktekkan firman yang Anda terima itu di Indonesia, di Afrika, di antara anak muda atau orang tua, wanita ataupun pria.

Berbeda dengan pengalaman, firman berlaku mutlak untuk semua orang. Pengalaman bersifat pribadi, sedangkan prinsip bersifat umum. Ketika Anda berbicara tentang prinsip, Anda berbicara tentang kebenaran mutlak. Firman itu ya dan amin, dimanapun selalu benar. Firman yang Anda terima, meskipun mungkin belum bisa dipahami sepenuhnya pada saat ini, tetap merupakan kebenaran.

Karenanya, perbaharuilah cara berpikir Anda agar tidak ada lagi yang dapat membelengu dan membatasi Anda untuk bergerak di dalam Tuhan, dan ijinkan kebenaran terus merombak cara berpikir Anda, karena dengan mengetahui kebenaran , kebenaran itu akan memerdekakan Anda. (Oleh: Steven Agustinus-Jakarta)

Olga Siahaan- Bethany International Church Bangkok
Percaya, perkatakan dan alami berkat Pemulihan & Kelimpahan sepanjang 2010
menjadi nyata "di bumi seperti di surga" atas hidup kita semua!

www.bethanybangkok.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar