PRODUK

Jumat, 18 Juni 2010

BERTANGGUNG JAWAB

1 Petrus 5:1-4, "Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu". (PB hal. 281)

Hidup itu adalah suatu tanggung jawab. Bagaimanakah caranya kita dapat menjadi seorang yang bertanggung jawab adalah:

1. Bertanggung jawab dalam menggembalakan jemaat-jemaat Tuhan.
Ayat 2a: "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu",
Kalau kita sudah diselamatkan, sudah dipulihkan, maka kita juga harus mau melayani untuk keselamatan dan pemulihan orang lain.

Petrus yang dahulunya pernah menyangkal Yesus, namun ketika Tuhan memulihkan dia dan memberikan tugas: "gembalakanlah domba-dombaKu". Tuhan berkata kepada Petrus: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki". (Yohanes 21:18, PB hal. 141).

Setelah mendapatkan tugas ini, Petrus tidak bisa lagi bertindak dan berbuat semaunya lagi, sudah ada tanggung jawab. Orang yang masih kanak-kanak rohani mungkin bisa terus berbuat dosa, tetapi kalau sudah dewasa, kita harus bisa "menyaring" semuanya itu. Jangan berbuat dosa lagi. Kita harus mulai bertanggung jawab dengan kehidupan kita.

Setelah kita diselamatkan, maka kita harus mau menyelamatkan orang-orang yang terhilang. Kemudian kita harus menggabungkannya masuk ke dalam gereja lokal, kemudian kita juga harus memuridkan mereka dengan pengajaran firman Tuhan. Kemudian barulah kita harus mengutus mereka kembali untuk menyelamatkan orang lain lagi.

2. Bertanggung jawab jangan dengan terpaksa, tetapi harus sukarela.
Ayat 2b: ", jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah,

Saat kita melakukan apa yang menjadi bagian kita, apakah itu melalui persembahan kita, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Sukarela atas pemberian kita, sukarela atas waktu kita, maka kita akan menjadi orang yang terlibat dalam menggembalakan kawanan domba-domba Tuhan.
Apa pun profesi dan pekerjaan kita, lakukanlah dengan sungguh-sungguh demi keselamatan jiwa-jiwa, maka kita telah ikut ambil bagian dalam penggembalaan. Jika kita mengasihi, maka kasih itu memberi, dan memberi itu harus rela berkorban. Itulah ibadah yang sejati (Roma 12:1, PB hal. 194)

3. Bertanggung jawab dengan tidak mencari keuntungan pribadi, tetapi dengan pengabdian.
Ayat 2c: "jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri".

Apakah kita melayani Tuhan dalam level hamba, atau abdi, atau mau naik menjadi level sahabat dan kemudian naik lagi menjadi level mempelai? Berikanlah yang terbaik untuk Tuhan, jangan melayani hanya untuk mengisi waktu kosong kita. Tetapi marilah kita menjadi penyalur-penyalur berkat Tuhan.

4. Bertanggung jawab jangan dengan memerintah, tetapi dengan contoh dan teladan hidup.

Ayat 3: "Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu".

5. Upahnya adalah mahkota kemuliaan.
Ayat 4: "Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu".

Apa pun yang menjadi bagian penggembalaan kita, apakah sebagai ketua COOL, sebagai kepala keluarga, sebagai pemimpin di kantor, marilah kita melakukannya dengan penuh tanggung jawab, agar kita menerima mahkota kemuliaan dari Tuhan. Jangan hanya menjadi pengkeritik, tetapi marilah ikut terlibat dalam penggembalaan. (oleh : Samuel Duddy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar