PRODUK

Rabu, 02 Juni 2010

BELAJAR PADA MURAI

Burung-burung yang beterbangan secara liar memang tidak menabur dan
menuai. Namun, pemeliharaan Tuhan terus mereka alami, sebab mereka
bekerja keras sepanjang hari. Sebuah penelitian terhadap aktivitas
kehidupan burung menemukan fakta bahwa burung murai, sebagai contoh,
setiap hari bangun dini hari pukul 2.30 dan mencari makan hingga
larut pukul 21.30. Jadi, setiap hari mereka bekerja selama 19 jam.
Tak cuma itu. Burung murai bolak-balik ke sarangnya hingga sekitar
200 kali sehari, demi memberi makan anak-anaknya.

Berapa lama kita bekerja dalam sehari? Apa yang kita tabur, itulah
yang kita tuai. Kita tidak dapat berpangku tangan dan berdoa meminta
Tuhan menurunkan berkat-Nya dari langit secara ajaib. Ada bagian
yang harus kita kerjakan dan Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.
Semangat dan keuletan burung murai justru menjadi teladan indah bagi
kita. Diam berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa hanya
mendatangkan kesia-siaan. Namun, ketika kita berusaha, maka berkat
Allah akan mengikuti kita.

Yang penting adalah, sekeras apa pun kita berusaha memenuhi
kebutuhan, kita mesti selalu mendahulukan Kerajaan Allah dan
kebenarannya (ayat 33); mendahulukan nilai-nilai kekudusan dan
kebenaran yang Allah tetapkan, melandasi setiap karya dan kerja
dengan kasih, dan sebagainya. Sebab justru di situlah kunci berkat
itu berada. Ketika Dia menjadi yang utama, maka pemeliharaan-Nya
akan ditambahkan dengan murah hati kepada kita. Sebab ketika kita
ada di jalan-Nya, apa pun yang kita usahakan pasti akan Dia
berkati_ENO

TUHAN YANG MEMBERKATI ADALAH TUHAN YANG TERUS BEKERJA
MAKA KITA YANG RINDU DIBERKATI JUGA HARUS GIAT BEKERJA

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu,
akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir
pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah
hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih
penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak
menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi
makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi
burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat
menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung
di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun
tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari
ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih
lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan
kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami
pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan
tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya
itu.
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari
besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah
untuk sehari." (Matius 6:25-34)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar