PRODUK

Jumat, 18 Juni 2010

KRISTEN MINIMAL DAN KRISTEN MAKSIMAL

Tuhan menghendaki agar kita menjadi Kristen maksimal, bukan Kristen minimal atau yang pas-pasan saja, karena hal ini akan berkaitan dengan berkat Tuhan yang akan kita terima. Orang Israel ada di Mesir menjadi budak sehingga mereka mengeluh dan komplain. Tetapi selama 400 tahun itu, Tuhan hanya diam saja sampai DIA menemukan Musa, seorang yang mengejar kekudusan.

Tugas Musa adalah membawa bangsa Israel ini keluar dari Mesir. Dan, kalimat pertama yang Tuhan perintahkan kepada Musa adalah bukan supaya Musa membentuk pasukan yang besar, bukan sediakan tenda atau makanan. Kalimat pertama yang Tuhan katakan adalah di Keluaran 3 : 5, "Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." (PL hal. 60).

Artinya tanggalkan kehidupan lama, tanggalkan cara berpikir kita dan ikuti cara-Nya Tuhan. Hal ini pesan yang sama untuk kita semua, agar kita meninggalkan kehidupan manusia lama kita dan cara berpikir kita, dan mengejar hidup kudus karena Tuhan adalah Allah yang kudus.

BERTANGGUNG JAWAB

1 Petrus 5:1-4, "Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu". (PB hal. 281)

Hidup itu adalah suatu tanggung jawab. Bagaimanakah caranya kita dapat menjadi seorang yang bertanggung jawab adalah:

Pengemis Bisa Kantongi Rp 300 Ribu/Hari

Refleksi : Bagimana kalau pemerintah kleptokratik NKRI mengajurkan semua orang miskin yang jumlahnya kurang lebih 40 juta untuk mengemis, maka selesailah masalah kemiskinan. Tidak perlu lagi BLT, Raskin, etc, NKRI menghemat dan menjadi lebih kaya. Penguasa membanggakan diri mempunyai obat ekonomi nan mujarab untuk memberantas kemisjkinan demi mempertinggi pendapatan dan mutu kehidupan rakyat. Hehehe
------------------

Pangkalpinang, 13 Juni 2010 09:10
Seorang pejabat Dinas Sosial mengungkapkan, penghasilan pengemis di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

"Dengan penghasilan per hari sebesar itu, dalam sebulan bisa mengatongi Rp4 juta hingga Rp5 juta," kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitas Sosial Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang Baharrudin, di Pangkalpinang, Sabtu (12/6).

Menurut dia, pengemis di Kota Pangkalpinang umumnya dari luar Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Ia mengatakan untuk menekan jumlah pengemis di kota ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil yang signifikan dan belum mengubah keadaan.

Menurut dia, pada 2010 Dinsosnaker Kota Pangkalpinang menganggarkan Rp100 juta untuk merazia gelandangan dan pengemis di kota ini.

"Kami memberikan arahan terhadap mereka yang berhasil kami jaring, dan selanjutnya kami pulangkan mereka ke daerah asalnya," katanya.

Namun, kata Baharrudin, upaya tersebut selalu gagal. Mereka kembali lagi menjadi gelandangan dan pengeis di perkotaan.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membiasakan diri memberi sedekah kepada pengemis di jalanan, karena dengan tidak memberi sedekah kepada mereka, dengan sendirinya mereka tidak akan mengemis.

"Kami meminta warga untuk tidak memanjakan para pengemis, dengan tidak memberi sedekah kepada mereka," katanya.

Menurut dia, kebiasaan masyarakat memberi sedekah kepada pengemis berdampak negatif, yakni jumlah mereka terus bertambah. [TMA, Ant]

Rabu, 02 Juni 2010

WHAT IS YOUR FOCUS?

Dearly Beloved,

WHAT IS YOUR FOCUS?

"The seventy-two returned with joy and said, ‘Lord, even the demons submit to us in your name.’ [Jesus Christ] replied, ‘... do not rejoice that the spirits submit to you, but rejoice that your names are written in heaven’" (Luke 10:17-20 NIV).

"Since, then, you have been raised with Christ, set your hearts on things above, where Christ is seated at the right hand of God. Set your minds on things above, not on earthly things" (Colossians 3:1-2 NIV).

Jesus Christ sent out seventy-two out of His disciples "two by two ahead of him to every town and place where he was about to go" (Luke 10:1 NIV). The mission outreach was a huge success as the disciples came back with many testimonies. The disciples shared these testimonies with Jesus Christ with great joy. Undoubtedly, their focus was on the success. However, having reaffirmed the victory of the disciples over the Satan and his cohorts, Jesus Christ redirected their focus on a better thing and place: heaven.

Many Christians nowadays are focusing on their successes in their academic, career, marital, financial, and/or even spiritual pursuits. Most especially, many ministers of God are making the euphoria of ministerial successes to overshadow the ultimate goal of making heaven and getting rewards in heaven. They are overwhelmed and apparently satisfied with their successful ministries. No wonder, many of such ministers of God do not care how they get that success. Success in any endeavor is good, but that should not be the focus of any right-minded Christian. The focus should be heaven and the rewards that one will get there.

What is your focus on earth? Is it earthly success? As a minister of the gospel, what makes you rejoice as you are doing the ministry? Is it the success you are recording in the ministry? Let your focus be the fact that you are working with God and that He will reward you accordingly in His heavenly kingdom. What is your focus?

In His service,

Bayo Afolaranmi (Pastor).

http://www.thewordthruthenet.org/
Visit and become a follower of http://thewordthruthenet.blogspot.com/

I eagerly expect and hope that I will in no way be ashamed, but will
have sufficient courage so that now as always Christ will be exalted
in my body, whether by life or by death. FOR TO ME, TO LIVE IS CHRIST
AND TO DIE IS GAIN (Philippians 1:20-21, NIV).

7 kata "UP" untuk Sukses

1. WAKE UP (bangun).
Tidak peduli berapa kali kita gagal, tapi jika kita lebih banyak bangun & memulai lagi, kita akan sukses.

2. DRESS UP (berhias).
Kecantikan dari dalam jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar yang sementara. Miliki mentalitas berkelimpahan, hasil dari suatu harga diri & rasa aman yang dalam. Ini akan menghasilkan kesediaan untnk berbagi penghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.

3. SHUT UP (berhenti bicara).
Berhentilah bicara tentang kesuksesan masa lalu, sudah saatnya fokus'kan diri untuk kesuksesan masa depan.

4. STAND UP (berdiri).
Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa kita pasti berhasil.

5. LOOK UP (pandanglah).
Saat peresmian Disney Land, seorang wartawan bertanya pada istri almarhum Walt Disney "Bagaimana perasaan bapak kalo lihat impian'nya telah jadi kenyataan dengan dibukanya Disney Land ini?" Istri Walt Disney menjawab "Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum proyek ini terbentuk". Lihatlah semua impian kita dalam imajinasi kita seakan2 semuanya telah terjadi.

6. REACH UP (Capailah).
Capailah sesuatu yang lebih tinggi dari prestasi sebelumnya karena itu menandakan bahwa kita memang bertumbuh.

7. LIFT UP (Naikkan).
Naikkan semua impian kita dalam bentuk doa ucapan syukur seakan2 semua telah terjadi...

sumber : http://www.facebook.com/pages/Setitik-Embun-Inspirasi/391729301453

BEASISWA SAMPOERNA SCHOOL OF BUSINESS GELOMBANG II

SAMPOERNA SCHOOL OF BUSINESS

PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG II

TAHUN AKADEMIK 2010 / 2011

Sampoerna School of Business (SSB) adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi yang didirikan untuk menciptakan generasi baru dalam dunia bisnis dan entrepreneur Indonesia.

Lulusannya dipersiapkan untuk menjadi sarjana yang "know how" untuk masuk ke dunia kerja ataupun menjadi seorang enterpreneur global dimasa depan.

SSB menyelenggarakan Program Sarjana Strata – 1, dengan pilihan program studi:

• Manajemen (Manajemen, Keuangan dan Pemasaran)

• Akuntansi

Bagi putra-putri Indonesia yang memiliki potensi dan minat yang kuat untuk berkarir di dunia bisnis, SSB menyediakan bantuan biaya pendidikan selama 4 tahun dalam bentuk :

• Beasiswa

• Student Financing Program

Prosedur dan Form Pendaftaran bisa didapatkan dengan cara :

1. download melalui website http://www.ssb.ac.id/en/academic.php?id=44

2. SMS alamat email anda ke 0813 8121 7566

Batas akhir pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 30 Juni 2010.

INFORMASI & PENDAFTARAN

Erwin Marpaung

021-577 2340 ext. 7142

0813 8121 7566

erwin.marpaung@sampoernafoundation.org

BELAJAR PADA MURAI

Burung-burung yang beterbangan secara liar memang tidak menabur dan
menuai. Namun, pemeliharaan Tuhan terus mereka alami, sebab mereka
bekerja keras sepanjang hari. Sebuah penelitian terhadap aktivitas
kehidupan burung menemukan fakta bahwa burung murai, sebagai contoh,
setiap hari bangun dini hari pukul 2.30 dan mencari makan hingga
larut pukul 21.30. Jadi, setiap hari mereka bekerja selama 19 jam.
Tak cuma itu. Burung murai bolak-balik ke sarangnya hingga sekitar
200 kali sehari, demi memberi makan anak-anaknya.

Berapa lama kita bekerja dalam sehari? Apa yang kita tabur, itulah
yang kita tuai. Kita tidak dapat berpangku tangan dan berdoa meminta
Tuhan menurunkan berkat-Nya dari langit secara ajaib. Ada bagian
yang harus kita kerjakan dan Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.
Semangat dan keuletan burung murai justru menjadi teladan indah bagi
kita. Diam berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa hanya
mendatangkan kesia-siaan. Namun, ketika kita berusaha, maka berkat
Allah akan mengikuti kita.