PRODUK

Senin, 18 Mei 2015

Seorang Pebisnis Kristen

Di zaman sekarang ini, saat bisnis di Amerika (dan di mana-mana) seolah-olah semata-mata hanyalah berpusat pada uang, dan ada kecurangan di segala penjuru, sungguh menyegarkan untuk melihat kembali kepada pebisnis-pebisnis yang menempatkan Tuhan sebagai nomor satu. James Cash Penny (1875-1971), pendiri dari toko-toko J.C. Penny, adalah seorang yang demikian. Ayahnya, seorang gembala sidang Baptis, meninggal saat James masih remaja, tetapi sudah sempat menanamkan ke dalam dirinya prinsip-prinsip hidup yang alkitabiah.

Ketika James muda bekerja di sebuah toko bahan makanan, suatu malam ia menyombong kepada ayah dan ibunya tentang betapa “pintar” majikannya, karena menjual kopi kualitas rendah sebagai kopi kualitas tinggi. Walaupun pekerjaan sulit didapatkan di kota kecil mereka, ayah James langsung menyuruh dia untuk berhenti dari pekerjaan itu. Walaupun dia sedang sekarat karena penyakit tuberculosis dan mereka memerlukan uang, pengkhotbah itu lebih baik anaknya tidak bekerja daripada berhubungan dengan seorang pebisnis yang curang. Awalnya toko-toko J.C. Penny bernama Golden Rule, karena ia “berdedikasi untuk mengikuti Golden Rule sebagai prinsip komersial dasar.” Golden Rule mengacu kepada prinsip yang disampaikan Kristus, yaitu “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (Editor: yang tercermin dalam kata-kata “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” [Mat. 7:12]).

Penny menawarkan produk-produk berkualitas pada harga yang wajar dan memperlakukan customer dengan hormat. Dia menjaga profit margin yang kecil. Dia menguji setiap kebijakan dengan bertanya, “apakah ini benar dan adil?” Dia membuat manajer-manajernya sebagai sesama pemilik toko-toko tersebut untuk membagikan kekayaan. Namun walaupun dia berstatus Kristen, dia tidak benar-benar diselamatkan hingga sudah tua. Dia menjadi pahit pada gereja-gereja pada masa mudanya, ketika ayahnya dipecat karena ingin memulai Sekolah Minggu (Kelompok Baptis Primitif secara resmi memegang doktrin Pemilihan yang ekstrim, sehingga tidak percaya pada usaha penginjilan). Setelah mengalami krisis ekonomi pada tahun-tahun Depresi Besar Amerika, kesehatan Penny merosot, baik secara fisik maupun emosional, dan dia harus masuk sanitarium (semacam tempat orang sakit jiwa). Di sana dia mengikuti sebuah kebaktian Kristen dan menyadari bahwa selama ini dia bersandar pada perbuatan baiknya, bukan kasih karunia Allah dalam Kristus. Melalui kata-kata himne “Tuhan Menjagamu,” dan undangan Kristus dalam Matius 11:28-30, J.C. Penny bertobat. Dia mengingat, “Saya tidak dapat menjelaskannya. Saya hanya bisa menyebutnya suatu mujizat. Saya merasa seolah saya telah dalam sekejap diangkat dari kegelapan penjara kepada terang matahari yang hangat dan brilian. Saya merasa seolah saya telah berpindah dari neraka ke firdaus. Saya merasakan kuasa Allah seperti yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Sejak hari itu, hidup saya telah bebas dari khawatir. 20 menit yang paling mulia dan dramatis dalam hidup saya adalah yang di chapel itu pada pagi itu.”

Penny memberikan jutaan dolar kepada berbagai badan amal Kristen. Dia mengatakan bahwa dia lebih ingin dikenal sebagai seorang Kristen daripada seorang pebisnis. Dalam sebuah iklan dia berkata: “Jadi, bisnis itu memiliki aspek religiusnya, sama seperti aspek sekulernya. Jika kita mengikuti nasihat untuk mengasihi Allah, dan sesama kita, seperti diri kita sendiri, maka itu akan memimpin kita untuk memahami bahwa, pertama-tama, sukses adalah masalah roh kita.” Inilah sikap yang akan 
berlaku di seluruh kerajaan Kristus yang akan datang, dan seharusnya sikap ini juga yang berkuasa dalam hidup orang-orang yang adalah milik Kristus di dunia sekarang ini. (Berita Mingguan GITS 11 April 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Rabu, 01 Januari 2014

FINISHING WELL

LEADERSHIP MASTERY today:
FINISHING WELL, CLOSING LIFE'S SIGNIFICANT CHAPTERS (KERJA TUNTAS, MENGAKHIRI BAGIAN PENTING HIDUP atau Menutup Babak Kehidupan yang Penting)

Sebuah nasehat bijak yang disampaikan oleh Gary L. McIntosh perlu menjadi perenungan akhir kita:
SUCCESS is not how MANY GAMES you WIN, but HOW HARD you PRACTICE after You LOSE.

Berarti, keberhasilan seorang pemimpin mencapai FINISHING WELL merupakan BUAH dari KETERBUKAAN untuk diajar oleh Tuhan SENANTIASA (miliki TEACHABLE HEART), sikap KERENDAHAN HATI (Humble) untuk TERUS HIDUP dalam Visi Tuhan (Living on GOD'S Vision), dan terus memelihara 267 (RE-LA-SI) dengan Tuhan.

Ingin Tuhan berkata pada anda, "you have been already FINISHING WELL, my son, WELL DONE!! "
Mat 25:21 And his lord said to him, WELL DONE , good and faithful slave. You were faithful over a few things; I will set you over many. Enter into the joy of your lord. (Literal version-LITV)

Selasa, 21 Februari 2012

Peta Jalan Ke Kota Kekal

Bacalah Lembaran Ini Tanpa Prasangka.
Anda Tidak Harus Mengaminkan
Semua Yang Disampaikan Jika Menurut Anda Bahwa Itu Tidak Benar.

Kebenaran Bukanlah Sesuatu Yang Boleh Dipaksakan,
Melainkan Sesuatu Yang Perlu Dipikirkan dan Direnungkan.
Kebenaran Juga Bukan Sesuatu Yang Bisa Diperoleh Melalui Kekuasaan Atau Kekerasan.

Maka Itu Kebenaran Tidak Perlu Dipertahankan Dengan Kekerasan Melainkan Dengan Argumentasi dan Pemikiran.

Jika Anda Membaca Lembaran Ini Dan Ingin Mengetahui Lebih Lagi, Silakan Mengunjungi Website Kami, Di Website Kami Terdapat Banyak Artikel Yang Perlu Anda Baca.

Jumat, 17 Februari 2012

18 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Susah Kaya

Jakarta - Uang sering membuat orang pusing dari waktu ke waktu. Beberapa orang berusaha melakukan hal yang bisa membuat uang semakin berharga, namun beberapa orang justru malah membiarkan uangnya hilang begitu saja.

Salah satunya adalah dengan melakukan beberapa hal tidak menguntungkan, seperti pemborosan dan tidak pernah menabung atau berinvestasi. Hal-hal percuma seperti ini yang membuat orang tidak sadar kalau kekayaannya akan lenyap dalam waktu singkat.

Berikut ini beberapa hal yang harus anda hindari atau berhenti lakukan jika sudah terjadi, karena bisa mengancam kesehatan finansial anda, seperti dikutip dari freefrombroke.com, Kamis (15/2/2012).

1. Tidak punya anggaran

Tidak punya anggaran sama sekali bisa berbahaya bagi kondisi finansial anda. Jangan sampai anda memutuskan untuk "pakai saja dulu uangnya, baru nanti kita hitung di akhir bulan."

2. Tidak punya gambaran untuk pengeluaran bulanan

Belum punya catatan anggaran, setidaknya anda harus punya perkiraaan biaya pengeluaran per bulan. Gambaran dan catatan pengeluaran itu perlu karena akan ada beberapa biaya yang sering tanpa sadar anda keluarkan.

Jumat, 10 Februari 2012

Kisah Tentang Pohon Apel

Mungkin sebagian dari kita sudah sering membaca atau mendengar kisah pohon apel ini. Makna kisah yang menceritakan hubungan antara sebuah pohon apel dan seorang bocah yang kemudian beranjak dewasa ini begitu mendalam. Diibaratkan pohon apel itu adalah orangtua kita dan bocah itu adalah diri kita sendiri. Karena begitu mendalam maknanya, tim kreatif AndrieWongso.com berusaha mengilustrasikan kembali cerita sangat menarik dan mengharukan ini dalam bentuk video. Dengan menonton video ilustrasi yang dinarasikan oleh Andrie Wongso ini, mari kita semua merenungkan kembali betapa besarnya kasih orangtua kepada kita. Mereka telah begitu tulus dan sayang dalam membesarkan dan mendidik kita, anak-anaknya, hingga akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Mereka telah begitu peduli terhadap kondisi kita sehingga kebutuhan kita sekecil apa pun tak pernah luput dari perhatian orangtua kita. Namun tak jarang kita menganggap bahwa cinta kasih orangtua kita tersebut adalah hal wajar, bukan sesuatu yang istimewa. Akibatnya setelah kita menjadi dewasa dan telah menerima semua itu, kita jadi melupakan dan mengabaikan orangtua. Bahkan, ada beberapa yang lalu menganggap orangtua sebagai "beban". Mari kita ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini pada diri sendiri: Di kala orangtua kita kesepian dan merindukan kehadiran anak-anaknya, adakah kita menyadari kebutuhan mereka itu? Seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk menemani atau mengunjungi orangtua kita yang sudah menua? Ingatlah bahwa suatu hari nanti kita semua juga akan menjadi orangtua. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang berbahagia dengan cara terlebih dulu mengasihi orangtua kita dengan kasih yang tulus.

Selamat menikmati video ilustrasi berikut ini!

Senin, 07 November 2011

7 Cara Mudah Memelihara dan Merawat Hewan Kelinci Ternak

TDWClub - Seekor kelinci memang sangat lucu, selain bentuknya tubuhnya yang menggemaskan, karakteristik dari kelinci juga lincah. Banyak sebagian besar orang ingin merawatnya, namun ada kendala yang membuat mereka susah merawatnya. Disini anda akan mendapatkan bantuan tips dari kami yang sesuai anda butuhkan, yaitu dengan 7 cara semoga kelinci Anda menjadi sehat dan bebas dari penyakit:
  1. KANDANG harus selalu bersih, sinar matahari bisa langsung masuk, tidak lembab dan usahakan terbuat dari ram-raman yang memungkinkan sirkulasi udara lancer. Baik terbuat dari bambu maupun kawat ram, yang terpenting landasan untuk pijakan dibuat rata (dari papan juga bisa) asal lobang-lobang untuk memungkinkan kotoran bias terus jatuh kebawah.